Mahasiswa KKN BBK 6 UNAIR Ubah Limbah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi Bersama Ibu PKK di Desa Kauman, Gresik
Mahasiswa KKN BBK 6 Desa Kauman Gresik Foto Bersama dengan Ibu-Ibu PKK Pasca Kegiatan EcoScent, Jumat (18/7/2025) (Sumber: Penulis)
Mahasiswa KKN Belajar Bersama Komunitas (BBK) 6 Universitas Airlangga yang ditempatkan di Desa Kauman, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, melaksanakan program kerja unggulan bertajuk EcoScent (Ecology & Scented Candle). Program ini merupakan kegiatan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah. Kegiatan ini menggandeng ibu-ibu PKK Desa Kauman dan dilaksanakan pada Jumat (18/7/2025) di Ponkesdes Kauman.
Program EcoScent dilatarbelakangi oleh temuan mahasiswa di lapangan, di mana cukup banyak rumah tangga dan pelaku UMKM di Desa Kauman yang menghasilkan limbah minyak jelantah dari aktivitas memasak, seperti dalam proses produksi keripik bonggolan dan makanan goreng lainnya. Limbah tersebut selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui kegiatan ini, mahasiswa BBK 6 UNAIR ingin mendorong pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung praktik ramah lingkungan.
Sebagai program kerja unggulan di bidang ekonomi yang juga menyentuh aspek lingkungan, EcoScent bertujuan memberdayakan masyarakat dengan keterampilan praktis yang berkelanjutan. Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai bahaya pembuangan minyak jelantah sembarangan dan dampaknya terhadap lingkungan. Mahasiswa juga memperkenalkan alternatif pemanfaatan limbah tersebut sebagai bahan dasar lilin aromaterapi yang mana produk ini tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga memiliki potensi usaha rumahan.
Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi langsung pembuatan lilin aromaterapi. Para peserta diajak mengikuti proses mulai dari penyaringan minyak bekas, pencampuran dengan bahan pewangi dan pewarna, hingga tahap pencetakan. Peserta berpartisipasi aktif dan bertanya selama sesi berlangsung.Tidak hanya menyimak demo, para ibu PKK juga mendapat kesempatan untuk terlibat langsung dalam praktik. pembuatan lilin secara berkelompok. Kegiatan ini dirancang untuk memastikan bahwa peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara mandiri.
Salah satu ibu PKK sedang praktik membuat lilin aromaterapi dari minyak jelantah di Ponkesdes Kauman, Jumat (18/7/2025) (Sumber: Penulis)
“Saya rasa menarik sekali ya, terutama bagi kami sebagai kaum ibu-ibu. Minyak jelantah ini tentu sangat dekat dengan kami, jadi menambah ilmu baru bahwa ternyata minyak jelantah dapat digunakan menjadi lilin aromaterapi yang bernilai ekonomis,” ujar Bu Nurul Mufidah selaku Ketua PKK Desa Kauman.
Kelompok BBK 6 Kauman juga membagikan leaflet panduan pembuatan lilin aromaterapi agar keterampilan ini dapat dilanjutkan secara mandiri di rumah. Beberapa peserta bahkan mengungkapkan ketertarikan untuk mencoba membuat lilin sendiri di rumah dan mempertimbangkan kemungkinan menjadikannya sebagai produk usaha kreatif berbasis rumah tangga. Melalui program EcoScent, mahasiswa BBK 6 UNAIR berharap dapat membangun kesadaran masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola limbah rumah tangga, sekaligus mendorong lahirnya wirausaha mikro (rumah tangga) yang ramah lingkungan dari Desa Kauman.