PENILAIAN 25 KOMPETENSI DASAR KADER POSYANDU DESA KAUMAN
13 Agustus 2025
PEMDES KAUMAN
Dibaca 52 Kali
Kegiatan “Penilaian 25 Kompetensi Dasar Kader Posyandu” pada hari Selasa (12/08/2025) bertempat di PONKESDES Desa kauman. Kegiatan ini dihadiri oleh Bapak Kepala Desa, Perangkat Desa, Bu Bidan, Bu perawat Desa Kauman, kader posyandu serta petugas kesehatan dari PUSKESMAS Wilayah Kerja Sidayu. Tujuan umum dari penilaian kompetensi kader posyandu adalah untuk meningkatkan kualitas kompetensi kader yang pada akhirnya diharapkan berdampak pada peningkatan mutu pelayanan posyandu.
Berikut adalah 25 kompetensi dasar kader Posyandu, yang dibagi menjadi beberapa kelompok:
1. Pengelolaan Posyandu:
Menjelaskan paket layanan Posyandu:
Kader harus memahami berbagai layanan yang tersedia di Posyandu, mulai dari kesehatan ibu dan anak, gizi, hingga pencegahan penyakit.
Melakukan pencatatan dan pelaporan:
Kader harus mampu mencatat data kunjungan, hasil pemeriksaan, dan kegiatan Posyandu lainnya dengan benar.
Melakukan kunjungan rumah:
Kader perlu melakukan kunjungan ke rumah warga untuk memberikan penyuluhan, memantau kondisi kesehatan, dan memastikan tindak lanjut dari kegiatan Posyandu.
Melakukan komunikasi efektif:
Kader harus mampu berkomunikasi dengan baik kepada masyarakat, baik secara individu maupun kelompok, untuk menyampaikan informasi kesehatan dan motivasi.
Mengelola administrasi Posyandu:
Kader harus memahami cara mengelola administrasi Posyandu, termasuk surat menyurat, pengadaan logistik, dan lain-lain.
Mengembangkan jejaring:
Kader harus mampu membangun hubungan baik dengan pihak terkait, seperti kader lain, petugas kesehatan, dan tokoh masyarakat.
2. Kesehatan Ibu dan Anak (KIA):
Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak:
Kader harus mampu menimbang berat badan, mengukur tinggi badan, dan lingkar kepala anak balita, serta memahami perkembangan mereka.
Pemantauan kesehatan ibu hamil, bersalin, dan nifas:
Kader harus mampu mengenali tanda bahaya pada ibu hamil, bersalin, dan nifas, serta memberikan dukungan dan informasi yang dibutuhkan.
Penyuluhan ASI eksklusif dan MPASI:
Kader harus mampu memberikan penyuluhan tentang pentingnya ASI eksklusif dan MPASI yang bergizi seimbang.
Pemberian imunisasi dasar pada bayi dan anak:
Kader harus memahami jadwal imunisasi dasar dan bekerja sama dengan petugas kesehatan dalam pelaksanaannya.
Mendeteksi dini masalah kesehatan:
Kader harus mampu mengenali tanda-tanda awal masalah kesehatan pada ibu dan anak, seperti masalah gizi, penyakit menular, dan lain-lain.
3. Gizi dan Kesehatan Masyarakat:
Pemantauan status gizi balita dan ibu hamil:
Kader harus mampu memantau status gizi balita dan ibu hamil, serta mengenali tanda-tanda kekurangan gizi.
Pencegahan dan penanganan stunting:
Kader harus memahami penyebab stunting dan berperan aktif dalam pencegahan serta penanganannya.
Edukasi tentang pola makan sehat dan gizi seimbang:
Kader harus mampu memberikan edukasi tentang pola makan sehat dan gizi seimbang kepada masyarakat.
Pengenalan dan penanggulangan kekurangan gizi:
Kader harus mampu mengenali tanda-tanda kekurangan gizi dan memberikan pertolongan pertama, serta merujuk ke fasilitas kesehatan jika diperlukan.
4. Pencegahan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan:
Pengenalan dan pencegahan penyakit menular:
Kader harus mampu mengenali tanda-tanda penyakit menular, seperti ISPA, diare, TBC, dan lain-lain, serta memberikan penyuluhan tentang pencegahannya.
Pengenalan dan pencegahan penyakit tidak menular:
Kader harus mampu mengenali tanda-tanda penyakit tidak menular, seperti hipertensi, diabetes, dan lain-lain, serta memberikan penyuluhan tentang pencegahannya.
Peningkatan kebersihan dan sanitasi lingkungan:
Kader harus mampu memberikan edukasi tentang pentingnya kebersihan dan sanitasi lingkungan untuk mencegah penyakit.
Pencegahan dan pengendalian vektor penyakit:
Kader harus mampu memberikan edukasi tentang pencegahan dan pengendalian vektor penyakit, seperti nyamuk, lalat, dan lain-lain.
5. Pelayanan Kesehatan Dasar dan Pengobatan Tradisional:
Pemanfaatan obat-obatan dasar yang aman:Kader harus memahami penggunaan obat-obatan
Kegiatan ini adalah sebagai bentuk evaluasi terhadap kemampuan kader dalam memberikan pelayanan kesehatan di posyandu, termasuk pengelolaan posyandu, pelayanan kesehatan ibu dan anak, gizi serta penyuluhan kesehatan.
Kegiatan penilaian ini dilakukan oleh petugas kesehatan dari PUSKESMAS Wilayah Kerja Sidayu melalui berbagai cara antara lain :
Ujian tulis dilakukan dengan menjawab 25 soal dalam waktu 30 menit.Ujian ini untuk menguji pengetahuan kader tentang materi-materi terkait posyandu.
Ujian Praktik dilakukan dengan cara wawancara dan observasi untuk menguji ketrampilan kader dalam melakukan tindakan-tindakan tertentu, seperti menimbang bayi, mengukur tinggi badan, memberikan penyuluhan, dll.
Kegiatan penilaian ini diharapkan dapat memberikan manfaat :
Bagi kader : Penilaian dapat menjadi ajang untuk mengukur kemampuan diri, meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan serta mendapatkan umpan balik untuk perbaikan.
Bagi Posyandu : Penilaian dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan posyandu, sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik.
Bagi Masyarakat : Penilaian dapat memastikan bahwa kader posyandu memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Besar harapan dari Pemerintah Desa Kauman Semoga pasca penilaian ini, kader posyandu dapat menjadi penggerak utama dalam meningkatkan kesehatan masyarakat di Desa Kauman secara lebih efektif dan efisien.